Sabtu, 27 Desember 2014

MENGENAL PASAR DISURGA

Di surga kelak akan terdapat pasar bagi penduduk surga. Bagaimanakah pasar tersebut? Apakah ada jual beli di surga? Jika ada, barang dagangannya apa saja? Atau hanya sebagai kiasan?
Dalil mengenai adanya pasar di surga
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَسُوقًا يَأْتُونَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ فَتَهُبُّ رِيحُ الشَّمَالِ فَتَحْثُو فِي وُجُوهِهِمْ وَثِيَابِهِمْ فَيَزْدَادُونَ حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَرْجِعُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَقَدِ ازْدَادُوا حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَقُولُ لَهُمْ أَهْلُوهُمْ: وَاللهِ، لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً. فَيَقُولُونَ: وَأَنْتُمْ وَاللهِ، لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً
“Sungguh di surga ada pasar yang didatangi penghuni surga setiap Jumat. Bertiuplah angin dari utara mengenai wajah dan pakaian mereka hingga mereka semakin indah dan tampan. Mereka pulang ke istri-istri mereka dalam keadaan telah bertambah indah dan tampan. Keluarga mereka berkata, ‘Demi Allah, engkau semakin bertambah indah dan tampan.’ Mereka pun berkata, ‘Kalian pun semakin bertambah indah dan cantik’” (HR. Muslim no. 7324)
Keadaan di pasar surga
Sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi rahimahullah, pasar disurga adalah tempat berkumpul penduduk surga. Beliau berkata,
المراد بالسوق مجمع لهم يجتمعون كما يجتمع الناس في الدنيا في السوق ، ومعنى ( يأتونها كل جمعة ) أي : في مقدار كل جمعة أي أسبوع ، وليس هناك حقيقة أسبوع لفقد الشمس والليل والنهار
“yang dimaksud dengan pasar adalah tempat berkumpulnya manusia sebagaimana manusia di dunia berkumpul di pasar. Maksud dari ‘mereka mendatangi setiap hari Jumat’ adalah sebagaimana perkiraan lama waktu tiap jumat yaitu sepekan. Bukanlah makna ‘sepekan’ yang sebenarnya karena tidak ada matahari, siang dan malam (di surga).”[1] 
Dan salah satu kenikmatan manusia adalah berjumpa dengan saudara dan teman-teman akrab mereka, saling menyapa, menanyakan keadaan, saling bercanda ringan, saling curhat. Ini menimbulkan kebahagiaan dan kenikmatan, apalagi sudah lama sekali tidak bertemu. Maka di surga juga disediakan kenikmatan seperti ini. Maka di surga juga disediakan sarana untuk menikmati hal ini. Dijelaskan dalam Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah,
إن سوق الجنة هو مكان اللقاء للمؤمنين بعضهم لبعض؛ لازدياد النعيم بما يجدونه من لذة وسؤدد ، وتحدث بعضهم لبعض؛ وتذاكرهم بما كان في الدار الدنيا وما آلوا إليه في الدار الآخرة؛ ويتجدد هذا اللقاء كل جمعة كما جاء في الحديث؛ لرؤية بعضهم لبعض وأنس بعضهم ببعض
“Pasar di surga adalah tempar bertemunya kaum muslimin satu sama lain supaya bertambah kenikmatan. Merasakan kelezatan saling berbincang-bincang. Dan saling mengenang apa yang terjadi di dunia dan membicarakan apa yang mereka dapatkan di akhirat. Mereka bertemu setiap Jumat sebagaimana pada hadits, agar mereka bisa saling berjumpa satu sama lain.”[2] 
Demikianlah ahli surga, sebagaimana jika kita bertemu dengan kawan lama dan berkumpul (reuni) maka sangat terasa nikmat dan bahgia jika kita mengnang masa-masa lalu yang indah, misalnya masa-masa ketika merintis dakwah, masa-masa ketika belajar bersama dan menjalani kehidupan bersama.
Ada pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada jual-beli di surga. Yang ada hanya barang dagangan yang bisa diambil semaunya. Ini juga merupakan kenikmatan walaupun sebenarnya mereka bisa meminta apa yang mereka inginkan di sruga. Karena ada orang yang hobinya belanja, maka kenikmatan itu juga ada di surga. Allah Ta’ala berfirman,
وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya” (QS. Az-Zukhruf: 71)
dan Allah Ta’ala berfirman,
لَهُم مَّا يَشَاؤُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ
“Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya” (QS. Qaaf: 35)
Hanya laki-laki saja yang ke pasar surga?
Syaikh Abdullah Al Faqih menyatakan,
فظاهر هذا الحديث أن الذين يذهبون إلى السوق هم الرجال وحدهم دون النساء. وذلك لأن الحديث ذكر أنهم يرجعون من السوق إلى أهليهم، يعني زوجاتهم، فدل رجوعهم إليهن على أنهن لم يكن يرافقنهم
“Dzahir hadits menunjukkan bahwa yang pergi ke pasar surga hanyalah laki-laki tanpa wanita. Karena dalam hadits disebutkan bahwa mereka kembali kepada keluarga mereka dari pasar yaitu istri-istri mereka. Kembalinya laki-laki kepada istri mereka menunjukkan bahwa istri mereka tidak ikut ke pasar surga.”[3] 
Akan tetapi para wanita tidak perlu kecewa seandainya pendapat ini benar. Karena berkumpul dan keluarnya penduduk surga tidak hanya di pasar surga saja. Akan tetap mereka saling mengunjungi di rumah dan saling bertemu. Dijelaskan dalam Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah,
ولم يكن لقاء بعضهم لبعض في سوق الجنة فحسب ، بل يتزاورون في المنازل ، وفي مخير المنازل من مرافق ، تحت الأشجار ، وعلى شواطئ الأنهار ، وفي جميع المنتزهات المختلفة ، متى شاءوا من الأوقات التي تتناسب معهم ويرتاحون لها بل ويرغبونها
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : إن أهل الجنة ليتزاورون فيها
إنها الزيارات الممتعة ، والحياة السعيدة ، والأنس الذي لا ينقطع ، واللذة المستمرة
“tidaklah pertemuan penduduk surga hanya di pasar saja akan tetapi mereka saling mengunjungi di rumah (kerajaan) mereka, Di rumah (kerajaan) siapa saja terserah mereka. Bisa bertemu di bawah pohon, di pinggir sungai dan di semua tempat rekreasi yang bermacam-macam. Kapan saja mereka ingin jika waktunya sesuai, mereka menikmatinya dan menginginkannya.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “sesungguhnya penduduk surga saling mengunjungi”. Inilah saling mengunjungi yang memuaskan, kehidupan yang bahagia, hubungan sosial yang tidak terputus dan kelezatan yang terus-menerus.”

Jumat, 26 Desember 2014

"Kisah Shalawat Nabi Muhammad SAW" 

Anda Pasti meneteskan air mata mendengar berita ini.
Terutama permohonan Malaikat Isrofil kepada Allah SWT
Rasulullah SAW telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril,
Mikail, Israfil dan Izrail as. telah berkata kepadaku.

Berkata Jibril as. : “Wahai Rasulullah, barang siapa yang
membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan
akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat
menyambar.” 

Berkata pula Mikail as. : “Mereka yang berselawat ke
atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari
telagamu.” 

Berkata pula Israfil as. : “Mereka yang berselawat
kepadamu akan aku sujud kepada Allah SWT dan aku
TIDAK AKAN mengangkat kepalaku sehingga Allah SWT
mengampuni orang itu (yang bershalawat).” 

Malaikat Izrail as pula berkata : “Bagi mereka yang
berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu
dengan selembut-lembut
nya seperti aku mencabut
ruh para nabi-nabi.” 

Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW? 
Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk
orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah SAW.

Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para
pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk
berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang
kesayangan Allah, Rasul dan para Malaikat. 

Bacaan sholawat Nabi sangat beragam, ini adalah satu
dari beragam itu. 

Ya Nabi Salam Alaika Ya Rasul salam
alaika Ya Habiib salam alaika Sholawatulloh alaika.

Dalam Al-Qur'an Allah swt. berfirman: "Sesungguhnya
Allah dan malaikat-malaik
atNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah
kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan
kepadanya". (QS. Al-Ahzab: 56) 

Nabi Muhammad saw. bersabda: "Bershalawatlah 
kamu kepadaku, karena shalawat itu menjadi zakat
penghening jiwa pembersih dosa bagimu".
(Diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih) 

Dari Abu Hurairah ra. diberitakan Nabi Muhammad saw.
bersabda: "Janganlah kamu menjadikan rumah-
rumahmu sebagai kubur dan menjadikan kuburku
sebagai persidangan hari raya. Bershalawatlah
kepadaku, karena shalawatmu sampai kepadaku
dimana saja kamu berada". (HR. An-Nasai, Abu Dawud dan Ahmad serta dishahihkan oleh An-Nawawi) 

Subhanallah....

Kamis, 25 Desember 2014

Do'akanlah sesama muslim

Barangsiapa memintakan Ampun untuk orang-orang Beriman laki-laki maupun perempuan, maka Allah tuliskan baginya pahala kebaikan sejumlah laki-laki dan perempuan beriman yang di do'akan." (HR. Ath-Thabrani).

Apabila do'a belum diterima oleh Allah, hendaknya kita mengakui bahwa do'a kita sudah diijabah oleh Allah SWT. Dengan mengatakan
سبحان الّذىبنعمته تتمّ الصّالحات
"Subhaanal ladzii binikmatihi tatimmushoolihaati"
Artinya: "Maha Suci Allah dengan segala nikmat-Nya menyempurnakan orang-orang yang shaleh."(Baihaqi)

Jika do'a belum diijabah, maka ucapkan
الحمد للّهِ من كلّ حال
"Alhamdu lillahi minkulli haalin"
Artinya: " Segala puji bagi Allah dari segala keadaan." (Baihaqi).

Yaa Allah , Ampuni kami Kaum Muslimin dari segala dosa. Aamiin

Rabu, 03 Desember 2014

Surat Al_ikhlas dan artinya

بِسْمِ اللّٰـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

﴾ Al 'Ikhlas:1 ﴿
قُلْ هُوَ اللّٰـهُ أَحَدٌ 
﴾الإخلاص:١﴿ 

Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa.

﴾ Al 'Ikhlas:2 ﴿
اللّٰـهُ الصَّمَدُ 
﴾الإخلاص:٢﴿ 

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

﴾ Al 'Ikhlas:3 ﴿
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ 
﴾الإخلاص:٣﴿ 

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

﴾ Al 'Ikhlas:4 ﴿
وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ 
﴾الإخلاص:٤﴿

dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". 

SHOLAT DHUHA

Keutamaan

Keutamaan shalat Dhuha adalah seperti yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua raka'at shalat Dhuha.”

Waktu
Waktu shalat dhuha dimulai dari matahari yang mulai terangkat naik kira-kira sepenggalah dan berakhir hingga sedikit menjelang masuknya waktu zhuhur meskipun disunnahkan agar dilakukan ketika matahari agak tinggi dan panas agak terik.

Raka'at
Shalat ini dilakukan Rasulullah SAW minimal dua raka'at, dan maksimal dua belas raka’at dengan salam setiap dua raka'atnya satu salam.

Tata Cara 

Berikut ini tata cara melakukan sholat dhuha:
1. Berniat untuk melaksanakan shalat sunnah Dhuha

Lafaz:

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحٰي رَ كْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَا لَى.اَ للهُ ا َكْبَرُ

Latin:
Ushalli Sunnatadh-Dhuhaa rak'ataini lilaahi Ta'aala, Allahu Akbar

Artinya:

"Aku berniat shalat Sunnah Dhuha dua raka'at karena Allah Ta'alaa"

2. Raka'at pertama, Membaca surah Al-Fatihah dan Membaca surah Asy-Syams (QS:91) [membaca Surah Al-Kafirun (Qulya) (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu].

3. Raka'at kedua, Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada raka'at kedua, atau cukup dengan [membaca Al-ikhlas (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha].

Catatan: Rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud dan salam dilakukan sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.

4. Setelah shalat Dhuha bacalah doa. Pada dasarnya doa setelah shalat Dhuha dapat menggunakan doa apapun. Doa yang biasa dilakukan oleh Rasulullah selepas shalat Dhuha adalah:

Lafaz:

اَللّٰهُمّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَآءُكَ وَالْبَهَاءَبَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَقُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ.اَللّٰهُمّ اِنْ كَانَ رِزْقيِ فِي السَّمَآءِفَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كاَنَ فِي الْاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كاَنَ مُعْسِرًافَيَسِّرْهُ وَاِنْ كاَنَ حَرَا مًا فَطَهِّرهُ وَاِنْ كاَنَ بَعِيْدًافَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَا لِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آ تِنِيْ مَآاٰتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Latin:
Allahumma innad dhuhaa-a dhuha-uka, wal bahaa-a baha-uka, wal jamaala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal 'ismata 'ismatuka. Allahumma in kaana rizqii fis samaa-i fa-anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’siron fa yassirhu, wa in kaana harooman fathohhirhu, wa in kaana ba’iidan faqorribhu, bihaqqi dhuhaa-ika, wa bahaa-ika, wa jamaalika, wa quwwatika, wa qudrotika, aatinii ma atayta 'ibaadakas shoolihiin.

Artinya:

"Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktuMU, dan keagungan itu adalah keagunganMU, dan keindahan itu adalah keindahanMU, dan kekuatan itu adalah kekuatanMU, dan perlindungan itu adalah perlindunganMU. Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMU, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh”.

Smoga postingan ini bermanfaat :)